Minggu, 18 Desember 2011

sitem reproduksi


MAKALAH SISTEM REPRODUKSI


PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Genetik modern dan embriologi eksperimental memastikan dengan jelas pada sebagian besar spesies mamalia berbagai perbedaan antara pria dan wanita terutama tergantung pada sebuah kormosom (kromosom Y) dan sepasang struktur endokrin, testis pada pria dan ovarium pada wanita. Pembentukan genetalia pria bergantung pada adanya Testis pada pria dan ovarium pada wanita. Pembentkan genetalia pria bergantung pada adanya Testis yang fungsional dan mengeluarkan sekresi, tanpa adanya jaringan testis, adalah menuju wanita. Terdapat bukti bahwa perilaku seksual pria dan beberapa spesiez pola sekresi gonadrotopin dari hipofisis anterior. Hormon yang di sekresikan oleh gonad pada saat tersebut menyebabkan timbulnya gambaran khas pria atau wanita dewasa dan di mulainya siklus seksual pada wanita. Pada wanita fungsi ovarium menurn setelah beberapa tahun dan siklus seksual terhenti (menopause) pada pria, terjadi penurunan lambat pada fungsi gonad pada usia lanjut, tetapi kemampuan menghasilkan anak tetap ada.Pada kedua jenis kelamin gonad memiliki fungsi ganda : pembentukan sel-sel germinativum (gametogenesis) dan sekresi hormone-hormone seks. Androgen adalah hormone seks steroid yang efeknya adalah maskulinisasi; estrogen adalah hormone yang menyebabkan feminisasi. Kedua jenis hormon di sekresikan oleh kedua jenis kelamin. Testis menyekresikan sejumlah besar androgen, terutama testosterone, tetapi testis juga mensekresikan sedikit estrogen. Ovarium mensekresikan sejumlah besar estrogen dan sedikit androgen. Pada kedua jenis kelamin, androgen juga disekresikan oleh korteks adrenal dan sebagian androgen di ubah menjadi estrogen di lemak dan jaringan lain. Ovarium juga mensekresikan progesterone, suatu steroid yang memiliki fungsi khusus dalam mempersiapkan untuk hamil. Terutama selama kehamilan. Ovarium mensekresikan hormon poloipeptida relaksin yang melemaskan ligament simfisis pubis pubis dan melunak kan serviks, sehingga janin mudah lewat. Pada kedua jenis kelamin, gonad menseskresikan polipeptida lain, termasuk inhibin, suatu polipeptida yang menghambat sekresi FSH



PEMBAHASAN

JENIS KELAMIN KROMOSOMAL
Jenis kelamin di tentukan secara geneis oleh dua kromosom, yang disebut kromoson seks untuk membedakannya dari kromosom somatic (autosom). Pada manusia dan mamalia lain, kromosom seks di sebut kromosom X dan Y penting dan cukup untuk perkembangan testis, dan produk gen penentu testis di sebut SRY (sex determining region of the chromosome) SRY adalah suatu protein regulatorik pengikat DNA. Zat ini membengkokkan DNA dan bekerja seabgai transkripsi yang memicu transkripsi serangkaian gen yang penting untuk diferensiasi testis termasuk gen MIS.
Sel-sel pria dengan jumlah kromosom mengandung sebuah kromosom X dan sebuah Y (pada XY), sementara sel-sel wanita mengandung dua kromosom X (pola XX). Akibat meiosis selama gametogenesis setiap ovum normal mengandung kromosom X tetapi sebuah sperma normal mengandung sebuah kromosom Y membuahi sebuah ovum terjadi pola XY dan zygot berkembang dengan pola genetic. Bila terjadi fertilisasi oleh sperma yang mengandung kromosom X, terjadi pola XX yang dihasilkan oleh wanita genetic.

KROMATIN SEKS
Segera setelah pembelahan sel di mulai selama perkembangan embriotik, salah satu kromosom X pada sel somatic pada wanita normal secara fungsional menjadi inaktif. Pada individu abnormal dengan lebih dari dua kromosom X, hanya satu tetap aktif proses yang secara bertanggung jawab terhadap inaktifasi-X di kromosom, mungkin melalui sebuah gen yang di sebut Xist yang menghasilan Mrna mendorong yang menyebabkan inaktivasi. Namun rincian proses aktivasi ini masih belum sepenuhnya di pahami. Pemilihan kromosom X mana yang tetap aktif terjadi secara acak, sehingga secara normal pada sekitar separuh sel satu kromoson tetap aktif sementara pada separuh sel lainnya kromosom X yan lain tetap aktif. Seleksi ini menetap sepanjang pembelahan selanjutnya sel-sel tersebut dan dengan demikian sebagian sel somatic pada wanita dewasa mengandung sebuah kromosom X aktif yang berasal dari ayah sebagian mengandung kromosom X aktif yang berasal dari ibu.

DIFERENSIASI SEKSUAL MENYIMPANG
Kelainan Kromosom
Kelainan perkembangan seksual dapat disebabkan oleh kelainan genetic atau hormonal serta oleh pengaruh teratogenetik, nonspesifik lain dan hal ini memang terjadi salah satu gangguan gametogenisis yang telah di kenal adalah nondisjunctionn suatu fenomena yang sepasang kromosomnya gagal memisahkan diri sehingga keduanya berpindah ke salah satu dari sel-sel anak selama meiosis zygot abnormal yang dapat terjadi akibat nondisjunction satu kromosom X selama oogenesis. Pada yang memiliki pola kromosom XO, gonad bersifat rudimenter atau tidak ditemukan, sehingga yang terbentuk adalah genetalia. Eksterna wanita. Perawakan pendek sering terjadi kelainan congenital lain, dan tidak pematangan sewaktu pubertas. Sindrom ini disebut sisgenesis gonad atau sindrom Turner.
Meiosis adalah suatu proses yang terdiri dari dua tahap, dan walaupun biasanya terjadi selama pembelahan meiotic pertama, nondisjunction dapat terjadi selama pembelahan kedua dan menghasilkan kromosom yang lebih kompleks. Selain itu, nondisjunction atau hilangnya kromosom seks yang sederhana dapat terjadi setelah mitotic dini setelah pembuahan. Akibat kesalahan mitotic pada awal zygot akan terbentuk suatu mosaic,seseorang yang memilih dua atau lebih populasi dengan komplemen kromosom yang berlainan.
SISTEM REPRODUKS PRIA
Struktur
Testis terbentuk dari lengkungnan-lengkungan tublus seminiferus yang bergelung yang dindingnyya tempat pembentukan permatozoa dari sel-sel germinitivum primitive (spermatogenesis) kedua lengkungan di salurkan ke dalam jaringan duktus di kepala spidimis. Dari sini, spermatozoa berjalan melalui ekor epididimis menuju vas deferens sperematozoa masuk melalui duktus ejakulatorius dalam uretra di badan prostat. Pada saat ejakulasi. Di antara tubulus-tubulus testis terdapat sarang sel yang mengandung granula lemak. Yang menyekresikan testosterone ke dalam aliran darah arteri spermatika ke testis bergelung-gelung dan darah yang mengalir di dalamnya sejajar tetapi berlawanan arah dengan darah dalam pleksus pampiniformis vena spermatika. Susunan anatomic ini memungkinkan pertukaran arus balik panans dan testosterone.
Fungsi Testis terdiri dari :
1.      Membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa, di lakukan di tubulus seminiferus.
2.      Menghasilkan hormon testosteron, dilakukan oleh sel interstisial.

Kelenjar testis, bentuknya seperti telur, banyaknya 2 buah menghasilkan sel mani atau sperma.
Dikirim melalui saluran yang terdapat di belakang buah pelir dan melewati sebelah dalam. Disebelah belakang saluran ini terdapat duktus deferens. Kelenjar testis menghasilkan hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) Luteinizing Hormone (LH). Di samping itu testis dapat menghasilkan hormon terstosteron. Hormon testosteron ini disekresi oleh testis, sebagian besar berkaitan dengan protein plasma. Beredar dalam darah 15-30 menit, kemudian disekresi.
Testoteron dihasilkan pada anak usia 11-14 tahun. Pembentukan ini meningkat dengan cepat pada permulaan pubertas berlangsung hampir seluruh kehidupan. Berkurangnya kecepatan produksi setelah umur 40 tahun. Pada umur 80 tahun menghasilkan testosteron lebih kurang 1/5 dari nilai puncak.
Terstosteron meningkatkan kecepatan sekresinya oleh beberapa kelenjar utama pada kelenjar sebasea.
Pada wajah menimbulkan jerawat gambaran yang paling sering pada pubertas.

SPERMATOGENESIS
Spermatogenesis, sel-sel germinatium primitive yang terletak di samping lamina basalis tubulus seminiferus, berkembang menjadi spermatoit promer proses di mulai pada masa akil balik. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiotic, sehingga jumlah kromosom nya berkurang dalam proses dua tahap ini, sel-sel tersebut membelah menjadi spermatosit sekunder lalu menjadi spermatid, yang mengandung jumlah kromosom haploid, spermatozoa berkembang menjadi sperma. Sewaktu sebuah spermtogeneum dan membelah menjadi matang, turunan-turunannya tetap terikat oleh jembatan sitoplasma sampai stadium spermatid lanjut. Hal ini tampaknya memastikan sinkronisitas diferensiasi setiap sel germinativum. Perkiraan jumlah spermatid yang terbentuk adalah 512.
Setiap sperma adalah sel bergerak (motil) yang rumit kaya DNA dengan sebuah kepala yang tersusun sebagian besar oleh bahan kromosom. Penutup kepala disebut akrosom suatu organel mirip-lisosom yang kaya enzim-enzim yang bertanggung jawab. Dalam penetrasi sperma ke ovum dan proses-proses terjadi selama pembuahan bagian proksimal ekor sperma yang motil di tutupi oleh suatu selaput yang berisi banyak mitokondria.

LANGKAH SPERMATOGENESIS
Sepermatogenesis terjadi dalam tubulus seminiferus selama kehidupan seksual aktif sebagai hasil stimulais oleh hormon gonadotropic anterior hipofisis, awal pada usia rata-rata 13 tahun dan berkelanjut diseluruh sebagian besar sisa hidup, tetapi penurunan tajam di usia tua. Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bermigrasi antara sertoli sel ke lumen tengah tubulus seminiferus. The sertoli sel-sel yang sangat besar, dengan sitoplasma melimpah amplop yang mengelilingi spermatogonium berkembang semua jalan ke lumen sentral tubula.

SEMEN
Cairan yang diejakulasi pada saat organisme, semen (air mani) mengandung sekresi vesikula seminalis, prostat, kelenjar cowper, dan mungkin kelenjar eretra. Volume rata-rata per ejakulat adalah 2,3-3,5 Ml setelah beberapa hari tidak di keluarkan. Volume semen dan hitung sperma yang menurun cepat bila ejakulasi berulang. Walaupun hanya milliliter semen secara normal mengandung 100 juta sperma 50% pria dengan hitung sperma 20-40 juta/ml adalah mandul.
Sperma bergerak dengan kecepatan sekitar 3 mm/mnt melintasi saluran genetalia wanita. Sperma mencapai tuba uterine 30-60 menit setelah kopulasi. Pada beberapa spesies. Kontraksi organ wanita mempermudah transportasi sperma ke tuba uterine, tetapi tidak di ketahui kontraksi semacam itu terjadi pada manusia.
Komposisi Semen Manusia
Warna : putih opalesen
Berat jenis : 1,028
Ph : 7,35-7,50
Hitung sperma : rata-rata
Sekitar 100 juta/ml dengan bentuk abnormal kurang dari 20%
Komponen lain :
*      Fruktosa (1,5-6,5mg/ml),
Fostorilkolin, ergoteonein, asam askorbat, flavin, prostaglandin
{dari vesikula seminalis (membentuk 60% volume total)}
*      Spermin
Asam sitrat,
Kolesterol, fastolipid
Fibrilinisin, fibrinogenase
Seng
Fosfotase asam
{dari prostat (membentuk 20% volume total)}
*      Fosfat
Bikarbonat
{penyangga (buffer)}
*      Hialuronidase




EREKSI
Ereksi di awali oleh dilatasi arteriol penis sewaktu jaringan erektil penis terisi darah,vena mengalami tekanan dan aliran terhambat sehingga turgor bertambah. Pusat-pusat integrasi di segmen lumbal medulla spinalis di aktifkan oleh impuls dalam aferen dari genetalia dan traktus desendens yang memperantarai ereks sebagai respon terhadap rangsangan psikis erotic. Serat parasipatis aferen berbeda dalam saraf splanknik panggul (nervi eregentes). Koli dan VIP sebagai kotrasmitter. Sebagian serat berakhir secara prasinaptikneuron noraddrenergik, tempa asetilkolin bekerja pada reseptor muskarinik untuk menurunkan pelepasan vasokonstriktor norepinevrin. Selain itu VIP menimbulkan vaso dilatasi. Namin, penyuntikan VIP tidak menimbulkan keadaan yang menimbulkan benar-benar ereksi.
EJAKULASI
Ejakulasi adalah suatu reflek spinal dua tahapyang melibatkan emisi pergerakan semen ke dalam eretra, dan ejakulasi sebenarnya terdorongnya semua uretra pada saat organisme. Jalur aferen sebagian besar merupakan serat reseptor raba di glans penis yang mencapai medulla spinalis melalui saraf pudendos internus. Emisi adalah suatu respon simpatik terintegrasi di segmen lumbal bagian atas medulla spinalis dan terjadi akibat konrtaksi pada otot polos vasadoofensiasi dan vesikula seminalis sebagai respon terhadap rangsangan di saraf hipogastrik. Semen terdorong keluar eretra oleh kontraksi otot bolbokavernosa, suatu otot rangka, pusat reflek spinal untuk bagian reflek ini terletak di segmen sacral bagian atas dan lumbal terbawah medulla spinalis dan jalur motorik melintasi akar sacrum pertama sampai ke tiga saraf pupendos internus. Karbon monoksida terlibat dalam control ejakulasi, karena HO2, Enzim yang mengatalisis produksinya di system saraf banyak di temukan di jalur yang berkaitan dengan ejakulasi dan kinerja ejakulasi berkurang apabila gen untuk HO2 di – knockkout.




SIFAT KELAMIN SEKUNDER
Perubahan distribusi rambut, konfigurasi tubuh, dan ukuran genetalia yang terjadi pada pemuda pada masa pubertas-sifat kelamin sekunder pria. Prostat dan vesikula seminalis mulai menyekresikan fruktosa. Gula berfungsi sebagai pasokan nutrisi utama untuk spermatozoa. Pada manusia, efek testosterone sulit dinilai.
Distribusi steroid gonadol dan kortisol dalam plasma
Steroid
Bebas %
% terikat ke
CBG
GBG
Albumin
Testoteron
Anrotestenedion
Estradiol
Progesteron
kortisol
2
7
2
2
4
0
0
0
18
90
65
8
37
0
0
3
85
60
80
6

Perubahan tubuh saat pubertas pada anak laki-laki (sifat kelamin sekunder pria)
Genetalia eksterna; penis memanjang dan melebar gelap dan berlipat-lipat
Genetalia interna; vesikula seminalis membesar dan mengeluarkan secret dan membentuk fruktosa prostat dan kelenjar bulbouretralis membesar dan mengeluarkan secret
Suara; larings membesar dan pita suara memanjang dan menebal dan suara menjadi berat.
Pertumbuhan rambut; muncul janggut; rambut di kulit kepala mundur anterolateral, tumbuh rambut pubis dengan pola pria, segi tiga dengan puncak di atas rambut tumbuh di ketiak dada dan sekitar anus; rambut tumbuh secara umum meningkat.
Mental; lebih agresif, sikap aktif, timbul perhatian terhadap lawan jenis
Konformasi tubuh; bahu melebar otot membesar
Kulit; sekresi kelenjar sebasea mengental dan meningkat (Predisposisi timbulnya jerawat)

SISTEM REPRODUKSI WANITA
Sistem reproduksi wanita, tidak seperti pria memperlihatkan perubahan siklis regular yang secara teleogis dapat di anggap seabgai persiapan periodic untuk pembuahan dan kehamilan pada manusia dan perimata lain, siklus ini adalah siklus menstruasi dan gambaran paling nyata adalah perdarahan vagina periodic yang terjadi dalam lepasnya mukosa uterus (menstruasi) lama siklus ini sangat bervariasi, tapi angka rata-rata adalah 28 hari dari permulaan periode berikutnya. Biasanya hari-hari menstruasi diberi nomor yang dimulai dengan hari pertama menstruasi.

ORGAN REPRODUKSI WANITA
Genetalia pada wanita terpisah dari uretra yang mempunyai saluran tersendiri. Alat reproduksi wanita dibagi menjadi 2 bagian.

Alat Genital Luar (Vulva)
Alat genital luar terdiri;
Tundun (Monsveneris). Bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu pada masa pubertas.

Labiya Mayora (Bibir Besar). Dua lipatan dari kulit diantara kedua paha bagian atas labiya mayora, banyak mengandung urat saraf.

Labiya Monira (Bibir Kecil). Berada sebelah dalam labiya mayora.

Klitoris (Klentit). Sebuah jaringan ikal erektil kecil kira-kira sebesar kacang hijau dimana dapat mengeras dan tegang (erektil) yang mengandung urat saraf.

Vestibulum (serambi). Merupakan rongga yang berada diantara bibir kecil (labiya minora), muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum, dalam vestibulum terdapat muara-muara dari :
1)      Liang senggama (introetus vagina)
2)      Uretra
3)      Kelenjar bartolini
4)      Kelenjar skene kiri dan kanan

Himen (selaput dara). Lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari liang senggama, ditengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir ke luar, letaknya mulut vagina pada bagian ini, bentuknya berbeda-beda ada yang seperti bulan sabit, konsistensi ada yang kaku dan ada yang lunak, lubangnya ada yang seujung jari ada yang dapat dilalui satu jari.

Perineum (Kerampang). Terletak diantara vulva dan anus, panjangnya lebih kurang 4 cm.

Alat Genetalia Dalam
Suatu alat reproduksi yang berada di dalam yang tak dapat dilihat kecuali dengna jalan pembedahan. Alat genetalia bagian dalam terdiri dari :

Vagina (liang kemaluan). Tabung yang dilapisi membran dari jenis epitelium bergaris khusus dialiri banyak pembuluh darah dan serabut saraf. Panjangnya dar iverstibulum sampai uterus 71/2 cm. Merupakan penghubung antara introitus vagina dan uterus. Dinding depan liang senggama (vagina) 9 cm, lebih pendek dari dinding belakang. Pada puncak vagina menonjol leher rahim (servikuteri) yang disebut porsio. Bentuk vagina sebelah dalam berlipat-lipat disebut rugae.

Uterus (rahim). Organ yang tebal, berotot berbentuk buah pir, terletak di dalam pervis antara rektum di belakang dan kandung kemih di depan, ototnya disebut miometrium. Uterus terapung di dalam pelvis dengan jringan ikat dan ligament. Panjang uterus + 7½ cm. Lebar 5 cm. Tebal 2½ cm. Berat 50 gr. Pada rahim wanita dewasa yang belum pernah menikah (bersalin) panjang uterus adalah 5-8 cm, dan beratnya 30-50 gr.

Uterus terdiri dari :
1)      Fundus uteri (dasar rahim). Bagian uterus yang terletak antara kedua pangkal saluran telur.
2)      Korpus uteri. Bagian uterus yang terbesar pada kehamilan, bagian ini berfungsi sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat pada korpus uteri disebut kavum uteri atau rongga rahim
3)      Servik uteri. Ujung servik yang menuju puncak vagina disebut porsio, hubungan antara kavum uteri dan kanalis disebut ostium uteri internum.

Dinding uterus terdiri dari.
1)      Endometrium (epitel, kelenjar, jaringan dan pembuluh darah). Merupakan lapisan dalam uterus yang arti penting dalam siklus haid. Seorang wanita pada masa reproduksi. Pada kehamilan endometrium akan menebal, pembuluh darah bertambah banyak hal ini diperlukan untuk memberi makanan pada janin.
2)      Miometrium (lapisan otot polos). Tersusun sedemikian rupa sehingga dapat mendorong isinya keluar pada waktu persalinan.
Sesudah plasenta lahir akan mengalami pengecilan sampai keukuran normal sebelumnya.
3)      Lapisan Serosa (Peritoneum viseral). Terdiri atas Liga mentum yang menguatkan uterus yaitu :
a)      Ligamentum kardinale kiri dan kanan, mencegah supaya uterus tidak turun.
b)      Ligamentum sakro uterium kiri dan kanan, menahan uterus supaya tida kbanyak bergerak.
c)      Ligamentum rotundum kiri dan kanan, menahan uterus agar tetap dalam keadaan antofleksi.
d)     Ligamentum latum kiri dan kanan, ligamentum yang meliputi tuba.
e)      Ligamentum infundibulo pelvikum, ligamen yang menahan tuba falopi/




Fungsi Uterus :
Untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan, sebu’irovum yang telah keluar dari ovarium dihantarkan melalui tuba uterina ke uterus. Pembuahan ovum secara normal terjadi di dalam tuba uterina, endometrium disiapkan untuk menerima ovum  yang telah dibuahi dan ovum tertanam dalam endometrium. Pada waktu hamil uterus bertambah besar dindingnya menjadi tipis tetapi kuat dan besar sampai keluar pelvis masuk ke dalam rongga abdomen pada masa pertumbuhan janin.
Pada saat melahirkan uterus berkontraksi mendorong bayi dan plasenta keluar.

Ovarium. Merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak kiri dan kanan uterus di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus setiap bulan sebuah folikel berkembang dan sebuah ovum dilepaskan pada saat kira-kira pertengahan (hari ke 14) siklus menstruasi.
Ovulasi yaitu pematangan folikel graaf dan mengeluarkan ovum.
Bila folikel graf robek maka terjadi pendarahan yang kemudian terjadi penggumpalan darah pada ruang folikel.
Ovarium mempunyai 3 fungsi :
1)      Memproduksi ovum
2)      Memproduksi hormoan estrogen
3)      Memproduksi progesteron

Siklus menstruasi. Perubahan yang terjadi di dalam ovarium dan uterus dimana masa menstruasi berlangsung kira-kira 5 hari, selama masa ini epitelium permukaan dinding uterus terlepas dan terjadi sedikit pendarahan.
Masa setelah menstruasi adalah masa perbaikan dan pertumbuhan yang berlangsung sembilan hari ketika selaput terlepas untuk diperbaharui, tahap ini dikendalikan oleh esterogen, sedangkan pengendalian estrogen dikendalikan oleh FSH (Follicle Stimulating Hormone) terjadi pada hari ke 14, kemudian disusul 14 hari tahap sekretorik yang dikendalikan oleh progensteron.
Tuba Falopi. Berjalan ke arah lateral kiri dan kanan ada 2 saluran telur kiri dan kanan. Panjang kira-kira 12 cm diameter 3-8 mm. Tuba Falopi terdiri atas.
1)      Parst. Interstitialis, bagian yang terdapat di dinding uterus.
2)      Parst. Ismika/ismus, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya.
3)      Parst. Ampularis, bagian yang berbentuk saluran leher tempat konsepsi agak lebar.
4)      Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai umbai yang disebut fimbria untuk menangkap telur kemudian menyalurkan telur ke dalam tuba.

Fungsi tuba uterina. Mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus. Menyediakan tempat untuk pembuahan, perjalanan ovum dibuahi maka terjadi kehamilan ektopik, karena ovum tidak dapat bergerak terus maka ovum tertanam dalam tempat yang abnormal, hal ini bisa berlangsung 8-10 minggu.
HORMON WANITA
Pada wanita terdapat Releasing Factor (RF), yang dikeluarkan dari hipotalamus ke hipofisis yang merangsang pengeluaran. Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormon (LH), keduanya dikeluarkan dari hipofisis anterior. Selain kedua hormon tersebut di atas.
Estrogen mempunyai pengaruh terhadap endometrium yang telah berproliferasi dan menyebabkan kelenjar yang berlekuk-lekuk dan bersekresi (masa sekresi).

SIKLUS UTERUS
Pada akhir menstruasi semua endometrium kecuali lapisan-lapisan dalam telah terlepas pengaruh estrogen dari folikel yang sedang tumbuh. Ketebalan endometrium cepat meningkat dari hari ke lima ke emoat belas siklus menstruasi. Seiring dengan peningkatan ketebalan kelenjar 2 uterus, sampai kelenjar tersebut belum berkelak kelok atau mengeluarkan sekresi.
Endometrium di perdarahi oleh dua jenis arteri dua pertiga endometrium bagian sperfisial yang terlepas sewaktu menstruasi, stratum fungsional di pasok oleh areteri spinalis yang panjang dan berkelak kelok sedangkan lapisan yang sebelah dalam yang tidak terlepas, stratum basale di pengaruhi oleh stratum basilaris yang pendek dan lurus.

PENUTUP

Peran reproduktif laki-laki adalah untuk membentuk dan mengeluarkan sperma agar seorang wanita menjadi hamil. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut maka pria dilengkapi dengan organ-organ seksual internal dan seksual ekternal setra karakteristik seks sekunder. Struktur internal dan eksternal mencakup testis, tubulus-tubulus yang membawa sperma keluar testis.
Peran reproduktif wanita mencakup pembentukan dan pengeluaran sebuah ovum (telur) setiap bulan persiapan lingkungan internal yang sesuai apabila ovum tersebut dibuahi oleh sperma. Dan penyimpanan serta pemberian makanan bagi mudigah atau janin sampai dapat hidup di luar rahim. Struktur reproduksi internal yang memungkinkan peran-peran tersebut adalah ovarium, tuba fallopi, uterus, vagina.





DAFTAR PUSTAKA

2001-2003/Cet.Egc.fisiologi kedokteran review of medical physologi San.francisko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar